Jerawat merupakan gangguan pada kulit dimana terjadi sumbatan kelenjar
minyak oleh produksi minyak yang berlebih dan sel kulit mati, diikuti oleh
kolonisasi dan terkadang infeksi oleh bakteri normal pada kulit,
Propionibacterium acne. Beberapa kondisi dimana seseorang berpeluang memilki
jerawat lebih banyak dari yang lainnya adalah:
Pubertas, ketika terjadi lonjakan hormon androgen yang memicu produksi sebum
berlebih dan hiperkeratinisasi sel kulit.
Perubahan hormon misalnya saat menjelang menstruasi dan saat kehamilan.
Keringat dan kelembaban berlebih.
Penggunaan kosmetik, pencuci wajah, atau aksesori wajah yang menutup pori-pori
kulit
Orang dengan tipe kulit berminyak dan kombinasi cenderung memiliki masalah
jerawat, karena kelenjar minyak pada wajahnya lebih aktif dibandingkan pada
kulit normal dan kering.
Beberapa cara mencegah timbulnya jerawat antara
lain:
Konsumsi cukup air, minimal 2 L perhari.
Konsumsi lebih banyak serat, vitamin, dan
mineral dari buah-buahan dan sayuran serta lemak sehat, dan menghindari makanan
tinggi lemak, tinggi gula, dan yang digoreng.
Membersihkan wajah 2 kali sehari, pada pagi dan
malam hari. Terlalu sering mencuci wajah dapat menyebabkan kulit kering dan
mengiritasi kulit.
Menggunakan produk perawatan wajah seperti
sabun, maupun kosmetik seperti pelembab, yang sesuai untuk kulit berminyak.
Mengurangi menyentuh wajah dengan tangan,
menyingkirkan rambut atau aksesori wajah yang dapat menutupi dan berpeluang
menambah lebih banyak minyak dan kotoran ke wajah.
Adapun beberapa anjuran untuk mencegah membekasnya
jerawat dan menghilangkan bekasnya adalah:
(1) Tidak memencet jerawat. Memencet, mengorek, dan
semacamnya dapat menyebabkan peradangan semakin luas, kolagen kulit semakin
banyak yang rusak, dan bekas jerawat menjadi lebih dalam. Sebaiknya gunakan
obat khusus jerawat untuk meredakan jerawat.
(2) Menghindari paparan sinar matahari berlebih
saat berjerawat. Jika banyak beraktivitas diluar rumah, disarankan menggunakan
sunblock dengan tipe non komedogenik.
Pada dasarnya, bekas luka jerawat yang ringan
akan membaik dan hilang dengan sendirinya, serta warnanya kembali normal,
seiring dengan pertumbuhan kulit dan bertambahnya suplai darah ke bekas
jerawat. Proses ini memakan waktu beberapa minggu, sampai sekitar setahun untuk
tipe jerawat yang berat seperti jerawat kistik.
Jika menginginkan hilangnya bekas lebih cepat,
dapat menggunakan krim penghilang bekas jerawat, seperti yang mengandung
arbutin dan vitamin C. Namun jenis pengobatan ini tidak berlaku untuk bekas
jerawat atropik (kulit mencekung).
Untuk bekas jerawat yang atropik, disarankan
menggunakan terapi laser atau mikrodermabrasi, yang layanan tersebut dapat
diperoleh di dokter spesialis kulit.
Sumber :www.obatalamipenghilangjerawat.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar